30 September, sdh d ujung tanduk. Aku tdk tau mengapa aku ingin m'adpet blog aku d tgh mlam sperti ini.
Entah, rsanya aku ingin melepas beban bulan September selama ini. Ya, bln ini terlalu byk airmata yg kukeluarkan.
Adikku tabrakan, masalah dgn sahabat, 5 tahun setelah aku bertemu dgn cinta pertamaku, dan terakhir masalah perasaaku sendiri. Aku ingin membuangnya dan mengucapkan selamat tinggal masa lalu.
Aku akan berdiri, bangkit, diriku yg baru akan sekuat mungkin menghadapi cobaan. Aku memang rapuh, kekanakan, sensitif, tapi mulai sekarang aku akan mengubahnya. Aku ingin menjadi diriku yg baru.
Goodbye September, hello October.
Goodbye my oldself, hello my new self.
FIGHTING!
Thursday, September 30, 2010
Monday, September 27, 2010
Just another
Hoaaaaa!!! Dingin!!!
Kamar gue yg dingin bgt ato skrg gue lg menggigil ya? :/
*sigh* Capek euy~ brp hari ini pkiran gue kalut bgt. Tmen2 gue udh byl yg bntu gue tp mrk smua nyerah gara2 ga kuat bwt bantuin. Katanya trlalu berat masalahnya. Hm? Masalah apa? Ituloh~ biasa, masalah sama tuh anak. Gue lg2 nangis ampe sesegukan trus bengkak dan akhirnya punya kantong mata -_- Byk yg ngira gue krg tidur ato kelelahan. Ya emg sih gue lelah bwt sklah, les2, tugas, ulangan, TO, dan masalah pribadi. *sigh*
Tapi, sengaja skrg gue mw nulis2 geje aja sblum tidur. Walaupun g jls, yg ptg nulis dkit deh. Tp brhubung skrg gue ngantuk, pengen tidur aja skrg ya! Jaa, oyasumi~
Kamar gue yg dingin bgt ato skrg gue lg menggigil ya? :/
*sigh* Capek euy~ brp hari ini pkiran gue kalut bgt. Tmen2 gue udh byl yg bntu gue tp mrk smua nyerah gara2 ga kuat bwt bantuin. Katanya trlalu berat masalahnya. Hm? Masalah apa? Ituloh~ biasa, masalah sama tuh anak. Gue lg2 nangis ampe sesegukan trus bengkak dan akhirnya punya kantong mata -_- Byk yg ngira gue krg tidur ato kelelahan. Ya emg sih gue lelah bwt sklah, les2, tugas, ulangan, TO, dan masalah pribadi. *sigh*
Tapi, sengaja skrg gue mw nulis2 geje aja sblum tidur. Walaupun g jls, yg ptg nulis dkit deh. Tp brhubung skrg gue ngantuk, pengen tidur aja skrg ya! Jaa, oyasumi~
Saturday, September 25, 2010
2005 - 2010
25 September 2005
Saat itu, aku berada di depan kelas, menunggu adzan buka puasa tiba. Ya, saat itu adalah bulan Ramadhan. Aku duduk di depan kelas bersama teman2ku yg lain. Aku yg saat itu masih berpikiran polos, maklum baru lulus SD, sifatku terlalu kekanak-kanakan. Aku mengenal apa itu rasa suka. Tapi aku belum mengenal apa itu cinta. Aku selalu mengatakan kalau aku jatuh cinta pada laki2 yang aku sukai, tapi nyatanya itu hanya sebatas suka. Bukan lebih. Bukan cinta.
Temanku memanggilku, karena saat itu aku adalah salah satu penggemar band yang terkenal di Indonesia. Temanku itu mengenalkanku pada keponakan member band tadi. Aku bersemangat mendengarnya, aku tidak sabaran menunggunya. Dan tak lama kemudian, sosok seorang laki2 dengan rambut acak2an, tas ransel yang ia sandang sebelah, berjalan dari gerbang menuju dalam halaman sekolah. Ia, awalnya hanya bisa menghipnotis diriku. Aku menyukainya. Ya, aku menyukainya sejak pandangan pertama. Tapi belum bs kusimpulkan kalau aku sedang jatuh cinta padanya.
Ia, kakak kelasku. Saat itu kelas 2 SMP, kelas 8-A. Ia juga seorang ketua osis. Ia seorang pemain band, pemegang vokal. Ia juga pemain basket dan voli.
Beberapa hari telah lewat, sosok laki2 itu masih terus dipikiranku. Aku sangat sangat sangat ingin berkenalan dengannya. Tapi apa dayaku? Aku orangnya pemalu, tidak mau ambil resiko. Aku berpkiran kalau sosokku terlalu jelek dimatanya. Maka aku urungkan saja semua itu.
Teman2ku muali menggodaku karena aku tidak pernah lepas menyebut namanya. Mereka mulai menyimpulkan kalau aku jatuh cinta padanya. Aigo, aku sama sekali tidak terpikirkan kearah sana. Aku sempat menolak perasaan itu. Kenapa? Tidak tau. Mungkin aku masih terlalu kecil. Namun, hatiku lama kelamaan tak bisa menahannya lagi. Aku mulai mendengarkan lagu2 yang menggambarkan perasaanku saat itu. Ya, hanya dalam waktu semalam, aku menyadari aku benar2 jatuh cinta pada laki2 itu.
Apa yg membuatku jatuh cinta padanya? Tidak tahu. Aku jatuh cinta begitu saja. Bukan karena ia adalah keponakan salah satu member band yang aku suka. Bukan karena ia populer. Bukan karena ia manis. Aku tidak bs menemukan jawabannya.
Dan ini pulalah rasa yang pertama kali aku rasakan. Rasa ini benar2 beda daripada sebelumnya. Aku tidak bs menggambarkan perasaanku saat itu. Aku hanya selalu salah tingkah di hadapannya, wajahku memerah kalau jarak kami dekat.
Tapi tidak selamanya jatuh cinta itu bahagia. Aku justru merasa tersiksa. Aku harus menahan detak jantungku yang berdegup dgn keras. Aku justru merasa tidak nyaman kalau kau ada di dekatku. Dan satu lagi, aku merasakan sakit hati pertama kali saat aku mengetahui kalau aku sudah jatuh hati pada seorang temanku. Gosh, betapa sakitnya saat itu aku. Mungkin bagi siapapun yang merasakan itu semua, terasa basi. Namun tidak, jika kalian merasakannya sendiri. Aku hampir membenci temanku itu, aku berusaha tersenyum saat mereka duduk berdua, aku berusaha menggoda mereka berdua. Tapi apa? Saat aku pulang, aku menangis. Aku mengamuk. Aku tak rela kalau kisah cintaku yang kandas seperti ini.
Rasa kesakitan itu terus kubawa, ku mencoba tegar, mencoba mengiraukannya. Tidak setelah mereka putus. Mantan laki2 itu menghampiriku dan mengatakan apakah aku masih menyukai laki2 itu. Dgn ragu2, kujawab ya. Ia mengatakan akan menjodohkan aku bersamanya. Dgn segera ku tolak. Aku tidak peduli dgn bantuan orang lain, aku bs berjuang utk diriku sendiri. Karena ia adalah cinta pertamaku.
Hari2 terus jalani tanpa ada kemajuan. Aku hanya bs menatapnya dari kejauhan, tersenyum di saat ia tersenyum, wajah memerah saat ia tertawa, dll. Sampai suatu saat salah satu temanku mengatakan agar aku mengatakan perasaanku pada laki2 itu. Ragu, tapi aku akan mencobanya. Dgn bantuan dia, aku menyatakan perasaanku lewat sms. Meskipun kata2nya sederhana, tapi itu semua sdh mewakili semua perasaanku
Saat itu, aku berada di depan kelas, menunggu adzan buka puasa tiba. Ya, saat itu adalah bulan Ramadhan. Aku duduk di depan kelas bersama teman2ku yg lain. Aku yg saat itu masih berpikiran polos, maklum baru lulus SD, sifatku terlalu kekanak-kanakan. Aku mengenal apa itu rasa suka. Tapi aku belum mengenal apa itu cinta. Aku selalu mengatakan kalau aku jatuh cinta pada laki2 yang aku sukai, tapi nyatanya itu hanya sebatas suka. Bukan lebih. Bukan cinta.
Temanku memanggilku, karena saat itu aku adalah salah satu penggemar band yang terkenal di Indonesia. Temanku itu mengenalkanku pada keponakan member band tadi. Aku bersemangat mendengarnya, aku tidak sabaran menunggunya. Dan tak lama kemudian, sosok seorang laki2 dengan rambut acak2an, tas ransel yang ia sandang sebelah, berjalan dari gerbang menuju dalam halaman sekolah. Ia, awalnya hanya bisa menghipnotis diriku. Aku menyukainya. Ya, aku menyukainya sejak pandangan pertama. Tapi belum bs kusimpulkan kalau aku sedang jatuh cinta padanya.
Ia, kakak kelasku. Saat itu kelas 2 SMP, kelas 8-A. Ia juga seorang ketua osis. Ia seorang pemain band, pemegang vokal. Ia juga pemain basket dan voli.
Beberapa hari telah lewat, sosok laki2 itu masih terus dipikiranku. Aku sangat sangat sangat ingin berkenalan dengannya. Tapi apa dayaku? Aku orangnya pemalu, tidak mau ambil resiko. Aku berpkiran kalau sosokku terlalu jelek dimatanya. Maka aku urungkan saja semua itu.
Teman2ku muali menggodaku karena aku tidak pernah lepas menyebut namanya. Mereka mulai menyimpulkan kalau aku jatuh cinta padanya. Aigo, aku sama sekali tidak terpikirkan kearah sana. Aku sempat menolak perasaan itu. Kenapa? Tidak tau. Mungkin aku masih terlalu kecil. Namun, hatiku lama kelamaan tak bisa menahannya lagi. Aku mulai mendengarkan lagu2 yang menggambarkan perasaanku saat itu. Ya, hanya dalam waktu semalam, aku menyadari aku benar2 jatuh cinta pada laki2 itu.
Apa yg membuatku jatuh cinta padanya? Tidak tahu. Aku jatuh cinta begitu saja. Bukan karena ia adalah keponakan salah satu member band yang aku suka. Bukan karena ia populer. Bukan karena ia manis. Aku tidak bs menemukan jawabannya.
Dan ini pulalah rasa yang pertama kali aku rasakan. Rasa ini benar2 beda daripada sebelumnya. Aku tidak bs menggambarkan perasaanku saat itu. Aku hanya selalu salah tingkah di hadapannya, wajahku memerah kalau jarak kami dekat.
Tapi tidak selamanya jatuh cinta itu bahagia. Aku justru merasa tersiksa. Aku harus menahan detak jantungku yang berdegup dgn keras. Aku justru merasa tidak nyaman kalau kau ada di dekatku. Dan satu lagi, aku merasakan sakit hati pertama kali saat aku mengetahui kalau aku sudah jatuh hati pada seorang temanku. Gosh, betapa sakitnya saat itu aku. Mungkin bagi siapapun yang merasakan itu semua, terasa basi. Namun tidak, jika kalian merasakannya sendiri. Aku hampir membenci temanku itu, aku berusaha tersenyum saat mereka duduk berdua, aku berusaha menggoda mereka berdua. Tapi apa? Saat aku pulang, aku menangis. Aku mengamuk. Aku tak rela kalau kisah cintaku yang kandas seperti ini.
Rasa kesakitan itu terus kubawa, ku mencoba tegar, mencoba mengiraukannya. Tidak setelah mereka putus. Mantan laki2 itu menghampiriku dan mengatakan apakah aku masih menyukai laki2 itu. Dgn ragu2, kujawab ya. Ia mengatakan akan menjodohkan aku bersamanya. Dgn segera ku tolak. Aku tidak peduli dgn bantuan orang lain, aku bs berjuang utk diriku sendiri. Karena ia adalah cinta pertamaku.
Hari2 terus jalani tanpa ada kemajuan. Aku hanya bs menatapnya dari kejauhan, tersenyum di saat ia tersenyum, wajah memerah saat ia tertawa, dll. Sampai suatu saat salah satu temanku mengatakan agar aku mengatakan perasaanku pada laki2 itu. Ragu, tapi aku akan mencobanya. Dgn bantuan dia, aku menyatakan perasaanku lewat sms. Meskipun kata2nya sederhana, tapi itu semua sdh mewakili semua perasaanku
Friday, September 24, 2010
Dear My Bestfriend
Pertama. Maaf, selama beberapa hari ini aku menghindar darimu. Bukan maksud utk mengkhianatimu, aku hanya ingin melarikan diri dari semua drama ini. Aku bermaksud menenangkan diriku. Itu saja. Tak ada niat utk melepasmu begitu saja, aku memang marah padamu. Tapi hatiku selalu berkata, “Maafkan lah dia. Kau yg hrs mengalah. Berpikirlah dewasa. Every problems has their own to solve.”
Jadi, aku hanya percaya itu.
Kedua, aku rasanya lega setelah menceritakan mimpi itu padamu. Akhir2 ini itulah yg membuatku depresi. Aku takut hal itu terjadi. Tapi saat aku menceritakannya padamu, kau hanya bilang “Ketakutanmu terlalu brlebihan. Semuanya akan baik2 saja. I always beside u.”
See, how can I mad to u? Aku tidak bisa marah jika kata2 itulah yg selalu kuinginkan bila aku merasa drop.
Ketiga, aku msh tdk bs berjanji pada diriku sendiri apakah aku akan masih bersikap kekanakan dihadapanmu. Aku harap aku bisa menahan semua emosiku. Maafkan aku sahabatku.
Maaf, aku yakin selama ini kau sdh hampir kehabisan kesabaran hny utku. Tapi, kau msh bs memaafkanku. Aku menyayangimu, sahabatku. Kau salah satu hadiah dari Tuhan yg patut aku simpan selamanya.
Maaf dan terima kasih.
I love you
-jeje-
Jadi, aku hanya percaya itu.
Kedua, aku rasanya lega setelah menceritakan mimpi itu padamu. Akhir2 ini itulah yg membuatku depresi. Aku takut hal itu terjadi. Tapi saat aku menceritakannya padamu, kau hanya bilang “Ketakutanmu terlalu brlebihan. Semuanya akan baik2 saja. I always beside u.”
See, how can I mad to u? Aku tidak bisa marah jika kata2 itulah yg selalu kuinginkan bila aku merasa drop.
Ketiga, aku msh tdk bs berjanji pada diriku sendiri apakah aku akan masih bersikap kekanakan dihadapanmu. Aku harap aku bisa menahan semua emosiku. Maafkan aku sahabatku.
Maaf, aku yakin selama ini kau sdh hampir kehabisan kesabaran hny utku. Tapi, kau msh bs memaafkanku. Aku menyayangimu, sahabatku. Kau salah satu hadiah dari Tuhan yg patut aku simpan selamanya.
Maaf dan terima kasih.
I love you
-jeje-
Wednesday, September 22, 2010
Holding Back The Tears 2
Gue sendirian... Gue beda sama mrk2 yg ada di kls gue. Gue ga bs byk ngomong, kalopun ngomong pst yg keluar itu omongan kasar. Iya, omongan gue amat2 kasar, gue rese, gue jutek, judes. Itu sebabnya kalau gue minta maaf, gue ga pernah scr langsung. Pst melalui kata2 di atas kertas atau manapun yg bs d tulis. Berharap utk dimaafkan? Jelas. Sakit hati ga dimaafin? Ya. Tapi semua itu lbh baik drpd gue di tinggalin. That's thw worst...
I feel lost everything in this world. I dont have any happiness anymore. What should I do? Nothing... I'm hopeless. Everything was gone. I'm love being alone yet I hate being lonely...
Gue ngerasa lbh free stlh nulis semua uneg2 gue walau gue tau ini semua g bakal selesai begitu saja. Udh brp kali gue minta saran sama org, hasilnya nihil. Yg bs bkin gue ketawa cm anak2 SHINee. Itu sebabnya gue setia sama mrk. Gue lbh milih mrk drpd sahabat atau tmen2 gue yg munafik itu *well, ga semuanya, hanya bbrp*. Tapi intinya gitu deh. Gue brusaha nahan air mata gue skrg. Smg tak ada yg nyadar knp gue tiba2 jd pendiam.
I feel lost everything in this world. I dont have any happiness anymore. What should I do? Nothing... I'm hopeless. Everything was gone. I'm love being alone yet I hate being lonely...
Gue ngerasa lbh free stlh nulis semua uneg2 gue walau gue tau ini semua g bakal selesai begitu saja. Udh brp kali gue minta saran sama org, hasilnya nihil. Yg bs bkin gue ketawa cm anak2 SHINee. Itu sebabnya gue setia sama mrk. Gue lbh milih mrk drpd sahabat atau tmen2 gue yg munafik itu *well, ga semuanya, hanya bbrp*. Tapi intinya gitu deh. Gue brusaha nahan air mata gue skrg. Smg tak ada yg nyadar knp gue tiba2 jd pendiam.
Holding Back The Tears
Akhirnya~ bs apdet blog jg. Dan bbrpa posting nij blog udh gue apus. Krn gue emg niat mw ngisi nih blog khusus diary gue. Krn berhubung buku diary gue udh mw hbs -,-
oke,skrg gue lg d sekolah. Tp saat ini pelajaran kosong. Tp di satu sisi, gue merasa kesepian di sini. Apa krn kata2 gue saat itu ya? Saat gue blg 'Gue bakal musuhin dunia'. Ya, gue emg nekat ngelakuin itu, walau gue msh bersikap manis dan selalu tersenyum. Namun, apa? Dlm hati gue merasa sakit, sepi, tersiksa... Gue seolah bnr2 menutup pintu utk semua org. Gue capek! Sumpah... Trauma...
Gue cm bs dgrin ipod, maen twitter, smsan di kls atau fokus sma pelajaran. Jujur, gue kangen saat2 gue msh ketawa ketiwi sma sahabat gue. Tapi dy malah berubah loh! Gue kesepian, sumpah! Dulu gue ga mudah yg namanya ngeluarin airmata, skrg mudah bgt. Rasanya sakit, tersiksa klo ngingat sahabat gue udh mulai menghindar, talkless, dan gue mulai mengutuk diri gue sendiri. Gue pst punya slh yg besar padanya hingga dia membuat dia spt itu, tp malah... *sigh*
Capek euy~ Gue ngerasa dia bkn sahabat gue lg. Gini, apakah seorang sahabat itu akan melupakan sahabatnya disaat dia punya teman baru? Dia memang pernah blg dia ga mau punya sahabat, tp gue berusaha ngancurin tuh dinding. Berhasilkah aku? Ntahlah, liat aja keadaan saat ini.
Astaga, jgn smp ada yg melihat mata gue yg berkaca-kaca saat ini. Memalukan -,-
Gue udh capek yg namanya dikhianatin atau disakitin org mulu. Sekali mrk nyakitin gue, kalo gue emg sayang bgt sma mrk gue susah utk marah sama mrk meskipun mrk berapa kali nyakitin gue. Gue susah utk bls dendam, tp gue bs menutup diri gue selamanya, bakal mengucapkan kata2 bodoh yg akan menjadi karma gue sendiri.
Apa Tuhan terlalu cemburu pada diriku krn aku lbh menyayangi mrk drpd Dia? Maka Dia mengambil semua kebahagian itu?
oke,skrg gue lg d sekolah. Tp saat ini pelajaran kosong. Tp di satu sisi, gue merasa kesepian di sini. Apa krn kata2 gue saat itu ya? Saat gue blg 'Gue bakal musuhin dunia'. Ya, gue emg nekat ngelakuin itu, walau gue msh bersikap manis dan selalu tersenyum. Namun, apa? Dlm hati gue merasa sakit, sepi, tersiksa... Gue seolah bnr2 menutup pintu utk semua org. Gue capek! Sumpah... Trauma...
Gue cm bs dgrin ipod, maen twitter, smsan di kls atau fokus sma pelajaran. Jujur, gue kangen saat2 gue msh ketawa ketiwi sma sahabat gue. Tapi dy malah berubah loh! Gue kesepian, sumpah! Dulu gue ga mudah yg namanya ngeluarin airmata, skrg mudah bgt. Rasanya sakit, tersiksa klo ngingat sahabat gue udh mulai menghindar, talkless, dan gue mulai mengutuk diri gue sendiri. Gue pst punya slh yg besar padanya hingga dia membuat dia spt itu, tp malah... *sigh*
Capek euy~ Gue ngerasa dia bkn sahabat gue lg. Gini, apakah seorang sahabat itu akan melupakan sahabatnya disaat dia punya teman baru? Dia memang pernah blg dia ga mau punya sahabat, tp gue berusaha ngancurin tuh dinding. Berhasilkah aku? Ntahlah, liat aja keadaan saat ini.
Astaga, jgn smp ada yg melihat mata gue yg berkaca-kaca saat ini. Memalukan -,-
Gue udh capek yg namanya dikhianatin atau disakitin org mulu. Sekali mrk nyakitin gue, kalo gue emg sayang bgt sma mrk gue susah utk marah sama mrk meskipun mrk berapa kali nyakitin gue. Gue susah utk bls dendam, tp gue bs menutup diri gue selamanya, bakal mengucapkan kata2 bodoh yg akan menjadi karma gue sendiri.
Apa Tuhan terlalu cemburu pada diriku krn aku lbh menyayangi mrk drpd Dia? Maka Dia mengambil semua kebahagian itu?
Subscribe to:
Comments (Atom)