Pertama. Maaf, selama beberapa hari ini aku menghindar darimu. Bukan maksud utk mengkhianatimu, aku hanya ingin melarikan diri dari semua drama ini. Aku bermaksud menenangkan diriku. Itu saja. Tak ada niat utk melepasmu begitu saja, aku memang marah padamu. Tapi hatiku selalu berkata, “Maafkan lah dia. Kau yg hrs mengalah. Berpikirlah dewasa. Every problems has their own to solve.”
Jadi, aku hanya percaya itu.
Kedua, aku rasanya lega setelah menceritakan mimpi itu padamu. Akhir2 ini itulah yg membuatku depresi. Aku takut hal itu terjadi. Tapi saat aku menceritakannya padamu, kau hanya bilang “Ketakutanmu terlalu brlebihan. Semuanya akan baik2 saja. I always beside u.”
See, how can I mad to u? Aku tidak bisa marah jika kata2 itulah yg selalu kuinginkan bila aku merasa drop.
Ketiga, aku msh tdk bs berjanji pada diriku sendiri apakah aku akan masih bersikap kekanakan dihadapanmu. Aku harap aku bisa menahan semua emosiku. Maafkan aku sahabatku.
Maaf, aku yakin selama ini kau sdh hampir kehabisan kesabaran hny utku. Tapi, kau msh bs memaafkanku. Aku menyayangimu, sahabatku. Kau salah satu hadiah dari Tuhan yg patut aku simpan selamanya.
Maaf dan terima kasih.
I love you
-jeje-
No comments:
Post a Comment